Kamis, 27 Maret 2014

LOMBA ESAI 

DAN 

DIALOG INDONESIAKU

Tanggal 24-26 Maret 2014, DPM-FH Univ.Merdeka Malang mengadakan presentasi lomba Esai dengan tema 'PEMILU 2014' dan Dialog Indonesiaku dengan tema 'KEPEMIMPINAN TRANSFORMATIF'
Yuliani Busra mempresentasikan karyanya

Tatok sang moderator lagi serius..

Dewan Juri yang keren-keren.. TOP untuk semua pertanyaannya...

Muhammad Haris sedang mempresentasikan karya esainya..

Melisa peserta yang tampil dengan nomor urut 3..

peserta yang presentasi terakhir Tunjung Reis Candra ..
Ketua Pelaksana bersama Presma, Dekan, dan Para Pembicara

Dekan Fakultas Hukum memberi sambutan.

Bapak Dekan Fakultas Hukum membuka acara dengan memukul gong.

MC Dialog Indonesiaku Santi dan Liza.
 Moderator dan Para Pembicara di saat dialog berlangsung..
Foto bersama dari Kiri (ketua DPM-FH, Ketua Dewan Juri, Narasumber: (R.H.Batubara, Muhammad Didi, Muhammad Ali Akbar), Bapak Dekan Fakultas Hukum, ketua pelaksana)
Di sela-sela acara ada peserta yang memberi sebuah pantun.

Angga yang juga tidak mau kalah untuk menyampaikan pantunnya..

Ketua Dewan Juri Bapak Eduardus mengumumkan para pemenang lomba esai dengan tema 'PEMILU 2014'

Foto bersama beberapa panitia dan peserta lomba..

Sefta Aginta (Ketua Pelaksana) menyumbangkan suara merdunya diakhir acara..
Panitia dari teman-teman Semester 2 (masih ada yang belum ke foto)

Yoyo dan Pengisi acara yang luar biasa dari UMK Jubilee.. terima kasih suara keren..


Jumat, 07 Februari 2014

Sarahsehan Fakultas Hukum Univ. Merdeka Malang

BEBERAPA FOTO-FOTO SARAHSEHAN FAKULTAS HUKUM Univ. MERDEKA MALANG

DESEMBER 2013


 Peserta Melakukan Registrasi.


Para Peserta yang serius mengikuti jalannya acara... :)

Terima Kasih Para Dosen yang bersedia meluangkan waktu untk hadir di acara SARAHSEHAN ini. Dan maaf fotonya ini masih belum semua..

Foto dulu setelah acara berakhir.. tapi sayang banyak yang tidak mau foto..

Rapat Ketua Kelas 2013

BEBERAPA FOTO-FOTO RAPAT KETUA KELAS 2013

Rapat berjalan sangat menarik.


Acara berjalan sangat seru, walaupun mulainya agak sedikit terlambat.

narsis dulu... :)
Saat Ketua BEMFH ISMAIL NAMSA (mengenakan baju biru lengan panjang) menyampaikan pendapatnya...
:)

FORMULIR PENDAFTARAN LOMBA ESAI NASIONAL 2014

(khusus Fakultas Hukum)



-           Dikumpulkan paling lama 5 Maret 2014 pukul 24.00 WIB 
-       kirim ke dpmfh.unmer@Gmail.com disertai SCAN KTM.
CP: SEFTA (085349369701)

download formulir pendaftaran: 

Rabu, 29 Januari 2014

LOMBA ESAI NASIONAL (khusus fakultas hukum)





















Ketentuan dan Persyaratan Peserta lomba:
1.      Mahasiswa aktif S1 Fakultas Hukum Perguruan Tinggi/Swasta
2.      Naskah hasil karya sendiri bukan karya orang lain, belum pernah dipublikasikan
3.      Peserta hanya diperbolehkan mengirim 1 karya terbaiknya
4.      Ketentuan Penulisan:
-          2-3 lembar
-          Bukan dari hasil terjemahan/plagiat
-          Peserta mengirim dalam bentuk PDF/Word
-          Scan KTM dan biodata peserta (Nama,Asal,Universitas, dan No HP)
-          Dikumpulkan paling lama 5 Maret 2014 pukul 24.00 WIB
-     kirim ke dpmfh.unmer@Gmail.com
5.      Konfirmasi pengiriman melalui sms ke nomor 085349369701 dengan format nama dan Universitas.
6.      Naskah esai yang ditulis menjadi hak milik dan hak publikasi milik panitia, tetapi hak cipta tetap milik penulis.
7.      5 kandidat terbaik akan diundang ke Universitas Merdeka Malang.
8.      Pengumuman Peserta yang lolos 5 terbaik akan diumumkan tanggal 15 Maret 2014 melalui telpon.
9.      5 esai terbaik akan dipresentasikan untuk menentukan juara 1,2,3, dan harapan 1,2 pada tanggal 25 Maret 2014
10. Keputusan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
11.  Naskah diketik menggunakan huruf  Times New Roman, Font 12, spasi 1,5, margin 3,3,3,3,
12.  Sistematik penulisan:
-          Judul
-          Nama penulis (tanpa identitas perguruan tinggi)
-          Isi esai
-          Lampiran Biodata Penulis
-          Form pendaftaran
-          Scan KTM
13.  Hadiah dan penghargaan bagi pemenang:
-          Juara I  Rp 1.000.000,00+sertifikat+Trophy
-          Juara II       Rp 750.000,00+sertifikat+trophy
-          Juara III     Rp 500.000,00+sertifikat+trophy
-          Harapan I  Rp 300.000,00+sertifikat+trophy
-          Harapan II Rp 200.000,00+sertifikat+trophy
14.  Informasi lebih lanjut:

-          Sefta Aginta Surbakti       (Ketua Panitia)            085349369701

Rabu, 16 Januari 2013

Alamat Situs DPM FH UNMER MALANG

Salam, 
Selamat Malam Rekan- rekan untuk mempererat tali silaturahmi dengan DPM FH UNMER Malang, rekan- rekan dapat mengunjungi :
EMAIL : dpmfh.unmer@gmail.com
FACEBOOK : Dpm Fakultas Hukum Unmer
TWITTER : @DPMFHUnmer
BLOG : www.dpmfhunmer.blogspot.com

Semangad selalu,
Terima Kasih.

TEORI KEADILAN JOHN RAWLS PEMAHAMAN SEDERHANA BUKU A THEORY OF JUSTICe



October 19, 2010


s
Teori Keadilan John Rawls Pemahaman Sederhana Buku A Theory Of Justice
Di dalam perkembangan pemikiran filsafat hukum dan teori hukum, tentu tidak lepas dari konsep keadilan. Konsep keadilan tindak menjadi monopoli pemikiran satu orang ahli saja. Banyak  para pakar dari berbegai didiplin ilmu memberikan jawaban apa itu keadilan. Thomas Aqunas, Aristoteles, John Rawls, R. Dowkrin, R. Nozick dan Posner sebagian nama yang memberikan jawaban tentang konsep keadilan.
Dari beberapa nama tersebut John Rawls, menjadi salah satu ahli yang selalu menjadi rujukan baik ilmu filsafat, hukum, ekonomi, dan politik di seluruh belahan dunia, tidak akan melewati teori yang dikemukakan oleh John Rawls. Terutama melalui karyanya A Theory of Justice, Rawls dikenal sebagai salah seorang filsuf Amerika kenamaan di akhir abad ke-20. John Rawls dipercaya sebagai salah seorang yang memberi pengaruh pemikiran cukup besar terhadap diskursus mengenai nilai-nilai keadilan hingga saat ini.
Akan tetapi, pemikiran John Rawls tidaklah mudah untuk dipahami, bahkan ketika pemikiran itu telah ditafsirkan ulang oleh beberapa ahli, beberapa orang tetap menggap sulit untuk menangkap konsep kedilan John Rawls. Maka, tulisan ini mencoba memberikan gambaran secara sederhana dari pemikiran John Rawls, khususnya dalam buku A Theory of Justice. Kehadiran penjelasan secara sederhana menjadi penting, ketika disisi lain orang mengangap sulit untuk memahami konsep keadilan John Rawls.
Teori keadilan Rawls dapat disimpulkan memiliki inti sebagai berikut:
  1. Memaksimalkan kemerdekaan. Pembatasan terhadap kemerdekaan ini hanya untuk kepentingan kemerdekaan itu sendiri,
  2. Kesetaraan bagi semua orang, baik kesetaraan dalam kehidupan sosial maupun kesetaraan dalam bentuk pemanfaatan kekayaan alam (“social goods”). Pembatasan dalam hal ini hanya dapat dizinkan bila ada kemungkinan keuntungan yang lebih besar.
  3. Kesetaraan kesempatan untuk kejujuran, dan penghapusan terhadap ketidaksetaraan berdasarkan kelahiran dan kekayaan.
Untuk meberikan jawaban atas  hal tersebut, Rows melahirkan 3 (tiga) pronsip kedilan, yang sering dijadikan rujukan oleh bebera ahli yakni:
  1. Prinsip Kebebasan yang sama (equal liberty of principle)
  2. Prinsip perbedaan (differences principle)
  3. Prinsip persamaan kesempatan (equal opportunity principle)
Rawls berpendapat jika terjadi benturan (konflik), maka: Equal liberty principle harus diprioritaskan dari pada prinsip-prinsip yang lainnya. Dan, Equal opportunity principle harus diprioritaskan dari pada differences principle.
Dariman tiga prinsip tersebut dilahirkan? Untuk memahami hal tesebut, kita dapat mulai dari gambar dibawah ini.
Pembahasan dibawah ini, akan mengacu kepada penomoran yang terdapat pada gambar di atas.
Poin 1.
Keadilan adalah Kejujuran (Justice as Fairness) Masyarakat adalah kumpulan individu yang di satu sisi menginginkan bersatu karena adanya ik`tan untuk memenuhi kumpulan individu  – tetapi disisi yang lain – masing-masing individu memiliki pembawaan serta hak yang berbeda yang semua itu tidak dapat dilebur dalam kehidupan sosial. Oleh karena itu Rows mencoba memberikan jawaban atas pertanyaan, bagaimana mempertemukan hak-hak dan pembawaan yang berbeda disatupihak dengan keinginan untuk bersama demi terpenuhnya kebutuhan bersama?
Poin 2
Selubung Ketidaktahuan  (Veil of Ignorance)
  • Setiap orang dihadapkan pada tertutupnya seluruh fakta dan keadaan tentang dirinya sendiri, termasuk terhadap posisi sosial dan doktrin tertentu, sehingga membutakan adanya konsep atau pengetahuan tentang keadilan yang tengah berkembang.
  • Orang-orang atau kelompok yang terlibat dalam situasi yang sama tidak mengetahui konsepsi-konsepsi mereka tentang kebaikan.
Poin 3
Posisi Original (Original Position)
  • Situasi yang sama dan setara antara tiap-tiap orang di dalam masyarakat
  • Tidak ada pihak yang memiliki posisi lebih tinggi antara satu dengan yang lainnya.
  • Pada keadaan ini orang-orang dapat melakukan kesepakatan dengan pihak lainnya secara seimbang.
“Posisi Original” yang bertumpu pada pengertian ekulibrium reflektif dengan didasari oleh ciri Rasionalitas (rationality), Kebebasan (freedom), dan Persamaan (equality). Guna mengatur struktur dasar masyarakat (basic structure of society).
Poin 4
Prinsip Kebebasan yang Sama (equal liberty principle)
Setiap orang memiliki hak yang sama atas kebebasan-kebebasan dasar yang paling luas dan kompatibel dengan kebebasan-kebebasan sejenis bagi orang lain. “Setiap orang mempunyai kebebasan dasar yang sama”
Dalam hal ini kebebasan-kebebasan dasar yang dimaksud antara lain:
  • kemerdekaan berpolitik (political of liberty),
  • kebebasan berpendapat dan mengemukakan ekspresi (freedom of speech and expression),
  • kebebasan personal (liberty of conscience and though).
  • kebebasan untuk memiliki kekayaan (freedom to hold property)
  • Kebebasan dari tindakan sewenang-wenang.
Poin 5
Prinsip Ketidaksamaan (inequality principle)
  • Difference principle (prinsip perbedaan) – Ketidaksamaan sosial dan ekonomi diatur sedemikian rupa, sehingga diperoleh manfaat sebesar-besarnya bagi anggota masyarakat yang paling tidak diuntungkan.
  • Equal opportunity principle (prinsip persamaan kesempatan)- Jabatan-jabatan dan posisi-posisi harus dibuka bagi semua orang dalam keadaan dimana adanya persamaan kesempatan yang adil.
Jadi sebenarnya ada 2 (dua) prisip keadilan Rows, yakni equal liberty principle dan inequality principle. Akan tetapi inequality principle melahirkan 2 (dua) prinsip keadilan yakni Difference principle dan Equal opportunity principle, yang akhirnya berjunlah menjadi 3 (tiga) prisip, dimana ketiganya dibangun dari kotrusi pemikiran Original Position.